Apa Itu Coaching Berbasis ICF? Menjelajahi Kekuatan Transformasi dalam Hidup Anda

Halo, para pembaca setia!

Selama ini, kita sering mendengar istilah coaching. Hanya saja, ketika ditanya apa itu coaching, bisa jadi jawaban dari masing-masing kita berbeda-beda, tergantung pengetahuan dan pengalaman. Ada yang membayangkan coach itu seorang pelatih sepak bola atau aktivitas yang terkait dengan dunia olahraga. Atau, bisa pula membayangkan coaching adalah aktivitas yang sama dengan mentoring atau training. Semua jawaban itu sah-sah saja, karena memang tergantung pada bagaimana kita mengenal istilah ini.

Bagi saya sendiri, ketika menyebut kata coaching, pikiran saya langsung melayang ke sekitar tahun 2008. Saat itu, sebagai konsultan manajemen bisnis, saya mencoba mencari cara lain selain training untuk dapat memberdayakan orang. Hingga suatu hari, di sebuah toko buku terkemuka di kota tempat tinggal saya, saya menemukan buku “Coaching for Performance” dari Sir John Whitmore. Di titik ini, saya mulai menyadari bahwa ada istilah Coach dan Coaching di luar pengertian yang saya pahami selama ini, yaitu hanya di area olahraga saja. Namun, setelah saya coba pelajari, ternyata saya tak mampu memahaminya. Mind-blown, tapi masih belum tercerahkan sepenuhnya!

Kemudian, di awal tahun 2013, saya memutuskan untuk fokus menjadi trainer dan membuka sebuah Training Centre. Di sana, saya kembali menemukan sebuah buku yang sangat memengaruhi jalan kehidupan saya: “The Success Principles” yang ditulis oleh Jack Canfield. Pada salah satu babnya, Jack Canfield mengatakan bahwa untuk sukses, kita perlu memiliki pelatih pribadi. Ia bahkan merekomendasikan sebuah lembaga yaitu International Coach Federation (sekarang menjadi International Coaching Federation). Lintasan pengetahuan ini sekali lagi semakin menguatkan pemahaman saya bahwa ada istilah Coach untuk bisa meraih kesuksesan, dan itu bukan hanya untuk dunia olahraga.

Dua lintasan pengalaman terkait dua buku di atas masih juga belum mampu memberikan saya pemahaman, “Apa sih sebenarnya coaching di luar dunia olahraga yang selama ini saya ketahui?” Hingga kemudian, pada awal tahun 2015, saat mengikuti Training NLP Practitioner, saya mendapatkan penjelasan coaching secara singkat dari seorang Professional Coach yang sudah berpengalaman mendampingi para pengusaha sukses di usahanya. Di sinilah saya baru menyadari bahwa ternyata di Indonesia sudah ada profesi coach yang bukan untuk dunia olahraga.

Peristiwa ini memantik saya untuk mencari tahu di mana saya bisa belajar menjadi seorang Coach untuk dunia manajemen dan pemberdayaan orang. Akhirnya, di awal tahun 2016, saya memutuskan mengikuti Program Sertifikasi Professional Coach dari salah satu sekolah coaching terbesar di Indonesia pada saat itu.

Setelah itu, barulah saya mengerti apa itu coaching berdasarkan konsep dari International Coaching Federation atau disingkat ICF.

Mengapa ICF Penting? Sebuah Kisah Kepercayaan dan Standar Global

Bayangkan Anda sakit dan butuh dokter. Anda pasti ingin dokter yang punya lisensi, terlatih dengan baik, dan mengikuti standar etika yang ketat, bukan? Sama halnya dengan coaching.

Di dunia coaching yang berkembang pesat, ada banyak sekali pendekatan dan metodologi. Nah, ICF hadir sebagai “standar emas” global. Mereka adalah organisasi nirlaba terbesar di dunia yang mendedikasikan diri untuk memajukan profesi coaching dengan menetapkan standar etika yang tinggi, kompetensi inti, dan program akreditasi yang ketat.

ICF (International Coaching Federation) adalah sebuah organisasi profesional global yang didirikan pada tahun 1995 oleh Thomas J. Leonard. Kantor pusat ICF berlokasi di Lexington, Kentucky, Amerika Serikat, namun jangkauan dan pengaruhnya bersifat mendunia.

Tujuan utama berdirinya ICF adalah untuk:

    • Mengembangkan dan memajukan profesi coaching sebagai disiplin yang dihormati dan efektif di seluruh dunia.

    • Menetapkan standar etika dan kompetensi tertinggi bagi para coach profesional. ICF dikenal dengan Code of Ethics dan Core Competencies yang menjadi acuan global.

    • Menyediakan akreditasi dan kredensial bagi coach (seperti Associate Certified Coach/ACC, Professional Certified Coach/PCC, dan Master Certified Coach/MCC) serta program pelatihan coach, memastikan kualitas dan profesionalisme.

    • Membangun komunitas global bagi para coach, memfasilitasi pertukaran pengetahuan, riset, dan praktik terbaik dalam industri.

Karena Coaching Untuk Negeri merupakan lembaga coaching yang berbasis ICF, maka jawaban tentang pertanyaan apa itu coaching akan kita rujuk kepada ICF. Jadi, ketika kita bicara “coaching berbasis ICF,” kita bicara tentang coaching yang dilakukan oleh seorang coach yang telah dilatih dan terakreditasi oleh ICF, atau programnya mengikuti standar ICF. Ini seperti sebuah jaminan kualitas, sebuah janji bahwa Anda akan bekerja dengan seorang profesional yang berpegang pada prinsip-prinsip integritas, kerahasiaan, dan yang paling penting, fokus pada Anda sebagai klien. Ini adalah penegasan bahwa coach tersebut berkomitmen pada praktik terbaik dan pengembangan berkelanjutan dalam profesinya.

Definisi Coaching: Lebih dari Sekadar “Nasihat Baik”

ICF mendefinisikan coaching sebagai:

“Kemitraan dengan klien dalam proses yang merangsang pemikiran dan kreatif yang menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional mereka.”

Mari kita bedah kalimat ini karena ini adalah kunci untuk memahami esensi coaching:

    • “Kemitraan dengan klien”: Kata “kemitraan” di sini adalah jantungnya. Ini bukan hubungan atasan-bawahan, guru-murid, atau ahli-pasien. Ini adalah hubungan yang setara, berdasarkan rasa hormat dan saling percaya. Coach tidak datang dengan agenda tersembunyi atau keinginan untuk mendominasi. Mereka adalah rekan Anda dalam perjalanan ini, berjalan di samping Anda, bukan di depan atau di belakang Anda. Ini menekankan bahwa Anda sebagai klien adalah pemilik proses dan penentu arah Anda sendiri. Dalam kemitraan ini, coach memegang prinsip bahwa klien adalah individu yang utuh, cakap, dan memiliki semua sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka. Mereka percaya pada kecerdasan dan kemampuan alami klien.

    • “dalam proses yang merangsang pemikiran dan kreatif”: Ini adalah inti dari metodologi coaching. Coach tidak akan memberikan Anda jawaban. Sebaliknya, mereka akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang memberdayakan  dirancang untuk:

    • “Merangsang pemikiran”: Membuat Anda berhenti sejenak, melihat ke dalam, dan mempertimbangkan perspektif yang mungkin belum pernah Anda pikirkan sebelumnya. Ini tentang membongkar asumsi lama, bias kognitif, dan melihat hal-hal dari sudut pandang baru. Pertanyaan coach seringkali bersifat terbuka, memprovokasi refleksi mendalam, dan menantang cara berpikir yang sudah mapan namun mungkin membatasi Anda.

    • “Kreatif”: Mendorong Anda untuk menemukan solusi inovatif dan unik yang berasal dari diri Anda sendiri. Ini bukan tentang meniru apa yang orang lain lakukan, tetapi tentang menemukan jalur yang paling sesuai dengan Anda, nilai-nilai Anda, dan situasi spesifik Anda. Coach percaya pada kemampuan bawaan Anda untuk berkreasi, berinovasi, dan merancang solusi yang paling efektif dan berkelanjutan bagi diri Anda. Proses ini seringkali melibatkan penjelajahan berbagai kemungkinan, brainstorming, dan visualisasi hasil yang diinginkan.

    • “yang menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional mereka”: Inilah hasil akhir yang ingin dicapai coaching. Kata “menginspirasi” di sini sangat penting. Coach tidak memotivasi Anda dari luar, tetapi mereka menciptakan ruang di mana Anda dapat menemukan motivasi intrinsik Anda sendiri. Mereka membantu Anda melihat dan percaya pada potensi Anda, baik dalam kehidupan pribadi (misalnya, meningkatkan kualitas hubungan, mencapai keseimbangan hidup yang lebih baik, mengelola stres, mencapai tujuan kesehatan) maupun profesional (misalnya, memajukan karier, meningkatkan keterampilan kepemimpinan, mengembangkan bisnis, mencapai performa puncak). Fokusnya adalah pada pertumbuhan dan pengembangan berkelanjutan, membantu Anda mencapai level tertinggi dari kemampuan, aspirasi, dan kebahagiaan Anda. Coaching menggerakkan Anda dari “apa yang ada” menuju “apa yang mungkin.”

Bayangkan seorang penjelajah yang ingin mendaki gunung. Coach bukan pemandu yang menarik tangan Anda ke puncak. Coach adalah seseorang yang berdiri di samping Anda, memegang peta (tapi membiarkan Anda yang menentukan rute), memberikan senter saat gelap (tapi membiarkan Anda melihat jalannya), dan menanyakan, “Apa langkah selanjutnya yang ingin Anda ambil?” Mereka adalah fasilitator penemuan diri Anda.

Coaching vs. Pendekatan “People Development” lainnya: Bukan Saingan, Tapi Pelengkap!

Seringkali orang bertanya, “Apa bedanya coaching dengan mentoring, consulting, terapi atau konseling?” Ini pertanyaan bagus! Mari kita bayangkan dalam sebuah ilustrasi:

    • Konsultan (Consulting): Jika Anda punya masalah bisnis, Anda memanggil konsultan. Mereka datang, menganalisis data, dan memberikan solusi ahli berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka. “Ini yang harus Anda lakukan,” kata mereka. Fokusnya adalah pada solusi yang diberikan oleh ahli untuk masalah spesifik.

    • Mentor (Mentoring): Jika Anda seorang junior di bidang tertentu, Anda mencari mentor. Mentor adalah seseorang yang telah melalui jalan yang sama, punya pengalaman lebih, dan bersedia berbagi pengetahuan dan wawasan mereka. “Dulu, saya melakukan ini, mungkin Anda bisa coba juga,” kata mereka. Fokusnya adalah pada berbagi pengalaman dan nasihat dari seseorang yang lebih berpengalaman.

    • Terapi (Therapy): Jika Anda bergumul dengan isu-isu emosional atau psikologis yang mengakar dari masa lalu, Anda mencari terapis. Terapis membantu Anda menjelajahi dan menyembuhkan luka masa lalu untuk hidup lebih sehat di masa kini dan masa depan. “Mari kita jelajahi akar masalah ini dari masa lalu Anda,” kata mereka. Fokusnya adalah pada penyembuhan dan resolusi masalah masa lalu yang memengaruhi kondisi saat ini.

    • Konseling (Counselling): Mirip dengan terapi, konseling juga fokus pada penyelesaian masalah emosional atau psikologis, seringkali yang timbul dari situasi sulit saat ini atau transisi hidup serta terkait dengan masa lalu. Konselor memberikan dukungan, bimbingan, dan strategi coping untuk membantu Anda melewati masa sulit dan membangun kesehatan mental yang lebih baik. Namun, fokus utamanya bukan pada eksplorasi potensi atau pencapaian tujuan ambisius ke depan, melainkan pada pemulihan kesejahteraan emosional dan stabilitas. “Mari kita diskusikan bagaimana perasaan Anda menghadapi situasi ini dan apa yang bisa membantu Anda merasa lebih baik,” kata konselor.

    • Coaching: Nah, coaching berbeda! Coach tidak memberikan solusi, nasihat, atau menggali masa lalu Anda secara mendalam. Coach berfokus pada masa kini dan masa depan Anda. Mereka percaya Anda punya semua jawaban di dalam diri Anda. Mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kuat untuk membantu Anda menemukan solusi Anda sendiri, menggali potensi Anda, dan merencanakan langkah-langkah ke depan. “Jika Anda bisa melakukan apa pun, apa yang akan Anda lakukan?” tanya coach. Fokusnya adalah pada pemberdayaan klien untuk menemukan solusi dan mengambil tindakan menuju tujuan masa depan mereka.

Lihat perbedaannya? Mereka semua berharga dan punya peran masing-masing dalam pengembangan diri. Coaching melengkapi pendekatan lain dengan memberdayakan Anda untuk menjadi “ahli” bagi diri Anda sendiri.

Manfaat Coaching Bagi Kehidupan: Sebuah Transformasi yang Nyata

Sekarang, mari kita bicara tentang hasilnya! Apa sih manfaat nyata dari coaching dalam kehidupan? Izinkan saya berbagi beberapa di antaranya:

    1. Peningkatan Kesadaran Diri (Self-Awareness): Ini adalah pondasi. Coaching membantu Anda memahami nilai-nilai Anda, kekuatan Anda, apa yang benar-benar penting bagi Anda, dan apa yang menghambat Anda. Anda akan mulai melihat diri Anda dengan lebih jernih. 
    2. Klarifikasi Tujuan (Goal Clarity): Seringkali kita punya banyak ide, tapi sulit merumuskannya menjadi tujuan yang jelas dan bisa dicapai. Coach membantu Anda memangkas kebisingan, merumuskan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu (SMART goals). 
    3. Peningkatan Keterampilan Memecahkan Masalah: Karena coach tidak memberikan jawaban, Anda akan secara aktif melatih “otot” pemecahan masalah Anda sendiri. Anda akan belajar bagaimana menghadapi tantangan, menemukan solusi kreatif, dan mengambil tindakan. 
    4. Tindakan yang Berarti (Meaningful Action): Coaching bukan hanya tentang berpikir, tapi juga tentang bertindak. Coach membantu Anda membuat rencana aksi konkret dan menahan Anda bertanggung jawab atas komitmen Anda sendiri. Ini adalah dorongan lembut yang Anda butuhkan untuk benar-benar bergerak maju. 
    5. Peningkatan Kepercayaan Diri: Ketika Anda mulai menemukan jawaban sendiri, melihat kemajuan yang Anda buat, dan mencapai tujuan, kepercayaan diri Anda akan melonjak secara alami. Anda menyadari bahwa Anda lebih mampu dari yang Anda bayangkan! 
    6. Keseimbangan Hidup yang Lebih Baik: Coaching tidak hanya tentang karier atau bisnis. Banyak klien menemukan keseimbangan yang lebih baik antara pekerjaan, kehidupan pribadi, kesehatan, dan hubungan mereka. 
    7. Peningkatan Kemampuan Adaptasi: Dunia terus berubah, dan kemampuan untuk beradaptasi sangat krusial. Coaching melatih Anda untuk berpikir fleksibel, melihat berbagai pilihan, dan merespons perubahan dengan lebih efektif.

Mengapa Kita Membutuhkan Coaching di Masa Kini?

Di era modern ini, kita dihadapkan pada kecepatan perubahan yang luar biasa. Informasi melimpah, pilihan tak terbatas, dan tekanan untuk terus berkembang terasa semakin besar. Inilah beberapa alasan mengapa coaching menjadi sangat relevan dan dibutuhkan saat ini:

    • Kompleksitas dan Ketidakpastian: Dunia kita (sering disebut VUCA: Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous) menuntut kita untuk mampu berpikir jernih, beradaptasi cepat, dan membuat keputusan di tengah ketidakpastian. Coaching membantu Anda mengurai kompleksitas, menemukan arah di tengah keraguan, dan membangun resiliensi.

    • Tekanan dan Stres: Beban kerja, ekspektasi sosial, dan hiruk pikuk kehidupan modern seringkali memicu stres dan burnout. Coaching menyediakan ruang aman untuk merefleksikan diri, mengidentifikasi sumber tekanan, dan mengembangkan strategi efektif untuk mengelola kesejahteraan mental dan emosional Anda.

    • Pergeseran Paradigma Karier: Konsep “satu pekerjaan seumur hidup” sudah usang. Banyak orang mencari makna, tujuan, dan fleksibilitas dalam karier mereka. Coaching membantu Anda menavigasi transisi karier, menemukan jalur yang sesuai dengan nilai-nilai Anda, dan mengembangkan keterampilan yang relevan untuk masa depan.

    • Potensi yang Belum Tergali: Dengan akses informasi yang mudah, kita seringkali terinspirasi oleh kesuksesan orang lain, tetapi kesulitan menerjemahkannya menjadi tindakan nyata untuk diri sendiri. Coaching menjadi katalisator, membantu Anda melampaui batasan diri yang Anda ciptakan, dan merealisasikan potensi penuh yang mungkin belum pernah Anda sentuh.

    • Kebutuhan Akan Refleksi Mendalam: Di tengah kesibukan, jarang sekali kita punya waktu untuk benar-benar berhenti, merenung, dan memikirkan arah hidup kita. Sesi coaching adalah waktu khusus yang didedikasikan untuk Anda, di mana Anda bisa berefleksi secara mendalam tanpa gangguan, dengan dukungan seorang profesional yang netral.

Singkatnya, coaching berbasis ICF adalah investasi pada diri Anda sendiri. Ini adalah proses yang memberdayakan Anda untuk menjadi arsitek kehidupan Anda sendiri, bukan sekadar penumpangnya.

Siapkah Anda Menulis Kisah Sukses Anda Sendiri?

Jika Anda merasa tulisan ini resonate dengan Anda, jika Anda ingin menggali potensi tersembunyi Anda, dan jika Anda siap untuk menjadi versi terbaik dari diri Anda, mungkin inilah saatnya untuk menjelajahi dunia coaching.

Ingat, setiap perjalanan besar dimulai dengan satu langkah kecil. Dan kadang-kadang, langkah kecil itu adalah dengan bertanya pada diri sendiri, “Apa yang sebenarnya saya inginkan, dan bagaimana saya bisa mencapainya?” Seorang coach ICF siap mendampingi Anda dalam perjalanan penemuan itu.

Apakah Anda pernah punya pengalaman dengan coaching atau pendekatan pengembangan diri lainnya? Atau mungkin Anda punya pertanyaan lebih lanjut tentang bagaimana coaching bisa membantu Anda? Jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar di bawah!

Picture of Basyrah Basir, PCC - Coach BasBas
Basyrah Basir, PCC - Coach BasBas

Basyrah Basir, PCC atau biasa di panggil Coach BasBas adalah Founder dan CEO Coaching Untuk Negeri. Saat ini adalah pemegang akreditasi kredensial Coach Global Professional Certified Coach dari International Coaching Federation (ICF). Beliau sudah berpengalaman di dunia pemberdayaan SDM selama 29 tahun.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *