ICF Code of Ethics 2025: Navigasi Baru Praktik Coaching Profesional – Apa yang Berubah Drastis?

Dunia coaching tidak pernah diam. Ia terus bergerak, menyesuaikan diri dengan zaman yang serba cepat, teknologi yang melesat, dan pemahaman kita yang semakin dalam tentang manusia. Di tengah perubahan ini, panduan etika yang kuat bukan lagi sekadar “nice-to-have”, tapi sebuah keharusan. International Coaching Federation (ICF), sebagai kiblat standar coaching profesional di seluruh dunia, menjawab tantangan ini. Sambutlah Kode Etik ICF 2025, yang resmi berlaku sejak 1 April 2025, menggantikan versi sebelumnya (efektif 1 Januari 2020, yang sering disebut Kode Etik 2019).

Lalu, apa artinya ini untuk Anda—para coach, calon coach, klien, atau siapa pun yang bersentuhan dengan dunia coaching? Sederhananya: banyak! Perubahan ini bukan sekadar ganti sampul, tapi sebuah evolusi mendasar. Artikel ini akan membedah tuntas perbedaan-perbedaan krusial, alasan di baliknya, dan bagaimana semua ini akan mengubah cara Anda memandang dan menjalankan praktik coaching. Bersiaplah melihat bagaimana ICF memperbarui kompas etisnya untuk era baru coaching yang lebih bertanggung jawab, inklusif, dan benar-benar berdampak.

Kenapa Harus Update? Alasan Kuat di Balik Kode Etik ICF 2025

ICF tidak merombak Kode Etiknya tanpa alasan. Pembaruan ini adalah buah dari riset mendalam, masukan dari komunitas coaching global, dan respons cerdas terhadap berbagai perubahan besar. Berikut adalah beberapa alasan utamanya:

  1. ICF Semakin Besar dan Berkembang: Struktur internal ICF sendiri telah berevolusi. Kode etik baru ini dirancang agar lebih pas dan berlaku untuk seluruh “Keluarga Besar” ICF di seluruh dunia.
  2. Teknologi dan AI Meroket: Penggunaan teknologi, termasuk Kecerdasan Buatan (AI), dalam coaching bukan lagi fiksi ilmiah. Kode etik baru memberikan panduan yang lebih jelas tentang bagaimana coach harus bersikap etis saat menggunakan alat-alat canggih ini, terutama soal keamanan data dan kerahasiaan.
  3. Komitmen Serius pada Keberagaman dan Inklusi (DEIB): Isu Keberagaman, Kesetaraan, Inklusi, dan Kepemilikan (DEIB) menjadi prioritas global. ICF mempertegas komitmennya untuk memastikan praktik coaching yang adil dan menghargai setiap individu. Kode Etik 2025 menanamkan prinsip DEIB ini jauh lebih dalam.
  4. Biar Lebih Jelas dan Relevan: Dunia coaching modern memunculkan situasi-situasi unik, misalnya coach yang juga punya peran profesional lain. Kode etik baru berusaha memberikan panduan yang lebih jernih dan menjawab tantangan nyata di lapangan.
  5. Etika untuk Semua, Bukan Hanya Coach: ICF ingin standar etika ini dihayati oleh semua orang yang terlibat dalam ekosistemnya, tidak hanya coach yang memiliki kredensial. Ini mencakup staf, sukarelawan, dan semua pihak terkait
  6.  

Intinya, pembaruan ini bertujuan agar Kode Etik ICF senantiasa relevan, mudah dipahami, dan benar-benar memandu para profesional coaching untuk tidak hanya patuh aturan, tapi juga tumbuh menjadi praktisi yang matang secara etis dan selalu berusaha “Berbuat Baik” (Doing Good).

Bingkai Baru, Aturan Main Baru: Perubahan Struktur Kode Etik 2025

Salah satu gebrakan besar di Kode Etik ICF 2025 adalah perubahan pada “kerangka”-nya. Bayangkan rumah yang direnovasi dengan tata ruang baru agar lebih fungsional. Jika Kode Etik 2020 punya lima bagian utama (Pendahuluan, Definisi, Nilai Inti & Prinsip Etis, Standar Etis, dan Ikrar), versi 2025 hadir dengan arsitektur yang lebih detail dan komprehensif:

  1. Tujuan (Purpose): Ini bukan sekadar “Pendahuluan” yang dipermak. Bagian “Tujuan” kini menjelaskan mengapa kode etik ini ada, siapa saja yang terikat, nilai-nilai fundamentalnya, prinsip etisnya, dan bagaimana kode ini ditegakkan, termasuk lewat mekanisme Ethical Conduct Review (ECR). Lebih kaya konteks!
  2. Nilai Inti dan Prinsip Etis ICF (ICF Core Values and Ethical Principles): Dulu mungkin hanya diringkas atau dirujuk, sekarang Nilai Inti ICF (Profesionalisme, Kolaborasi, Kemanusiaan, Kesetaraan) dan Prinsip-Prinsip Etis yang menyertainya dijabarkan penuh. Ini seperti fondasi rumah yang kini terlihat jelas dan kokoh.
  3. Komitmen untuk Semua dalam Ekosistem ICF (Commitments for All Within the ICF Ecosystem): Ini adalah “bab” yang benar-benar baru. Isinya menegaskan bahwa tanggung jawab etis itu milik semua orang di komunitas ICF. Beberapa poin etika dari kode sebelumnya yang dirasa sulit ditegakkan lewat jalur formal ECR, kini diperkuat di sini untuk membangun budaya etis bersama.
  4. Standar Etis untuk Profesional ICF (Ethical Standards for ICF Professionals): Jantungnya tetap di sini. Namun, standar-standarnya kini disusun ulang berdasarkan tema, diberi nomor baru, dan beberapa poin penting ditambahkan atau disesuaikan agar lebih mengena dan mudah dipahami.
  5. Ikrar Etika (The Pledge of Ethics): Ikrar ini dibuat lebih ringkas. Beberapa kalimat tentang akuntabilitas dipindahkan ke bagian lain agar komitmennya terasa lebih menyeluruh.
  6. Lampiran (Appendix): Juga bagian baru. Di sini Anda akan menemukan “Definisi Kunci” yang sekarang langsung terhubung ke standar-standar terkait, plus “Glosarium Istilah Lain” untuk memastikan semua orang punya pemahaman yang sama tentang istilah-istilah penting.
  1.  

Perubahan struktur ini bukan tanpa alasan. Tujuannya agar Kode Etik ICF 2025 lebih gampang dicerna, dipahami, dan yang paling penting, diterapkan oleh Anda semua dalam komunitas coaching global.

Lebih Dalam Lagi: Fokus Baru dan Standar-Standar yang Mengubah Permainan

Kode Etik ICF 2025 bukan hanya soal struktur. Ada beberapa fokus tematik baru dan standar-standar yang benar-benar mengubah cara coach berpraktik:

1. Siap-Siap dengan Teknologi dan AI! (Standar Baru 2.5):

    • Apa yang Baru Banget? Muncul Standar 2.5 yang berbunyi: “Memenuhi kewajiban etis dan hukum saya kepada klien coaching, sponsor, kolega, dan masyarakat luas secara langsung dan melalui sistem teknologi apa pun yang mungkin saya gunakan (yaitu alat bantu coaching berbasis teknologi, basis data, platform, perangkat lunak, dan kecerdasan buatan).”

    • Kenapa Ini Penting? Teknologi dan AI sudah jadi bagian dari coaching. Standar ini mewajibkan Anda sebagai coach untuk super hati-hati memilih alat, menjaga kerahasiaan data klien, meminta izin yang jelas, dan paham betul batasan serta risiko bias dari teknologi yang dipakai. Dokumen pendamping ICF, “Insights and Considerations for Ethics (ICE),” memberikan penjelasan detail soal ini.

2. Punya Banyak Peran? Jujur Itu Wajib! (Standar Baru 3.7):

    • Apa yang Baru Banget? Standar 3.7 menegaskan: “Memahami bahwa profesional ICF seringkali bertindak dalam berbagai peran profesional berdasarkan pelatihan dan/atau pengalaman sebelumnya (misalnya mentor, terapis, spesialis SDM, asesor), dan merupakan tanggung jawab saya untuk mengungkapkan kepada klien ketika saya bertindak dalam kapasitas selain peran sebagai profesional ICF.”

    • Kenapa Ini Penting? Banyak coach hebat juga ahli di bidang lain. Standar ini menuntut Anda untuk transparan 100% ke klien. “Saat ini, saya bicara sebagai coach Anda, bukan sebagai konsultan bisnis Anda ya,” misalnya. Ini untuk menghindari salah paham, konflik kepentingan, dan memastikan ekspektasi klien sesuai.

3. Keberagaman dan Inklusi (DEIB) Bukan Lagi Pilihan, Tapi Kewajiban:

    • Apa yang Berubah Drastis? Kode Etik 2020 memang sudah menyinggung non-diskriminasi. Tapi versi 2025 membawa isu Keberagaman, Kesetaraan, Inklusi, dan Kepemilikan (DEIB) ke level yang jauh lebih serius dan terintegrasi:

    • Nilai Inti “Kesetaraan (Equity)” kini dinyatakan dengan sangat jelas.

    • “Komitmen untuk Semua” menekankan pentingnya melawan bias dan opresi sistemik.

    • Standar Etis seperti 3.4 (sensitivitas budaya), 3.5 (non-diskriminasi), dan 4.1 (mengelola dinamika kekuasaan) diperkuat dengan kacamata DEIB.

    • Kenapa Ini Penting? ICF ingin Anda sebagai coach secara aktif menciptakan sesi coaching yang aman, adil, dan menghargai semua orang. Anda juga didorong untuk terus sadar akan bias pribadi dan sistemik yang bisa memengaruhi hubungan coaching.

4. Etika untuk Seluruh “Keluarga Besar” ICF:

    • Apa yang Baru Banget? Bagian “Komitmen untuk Semua dalam Ekosistem ICF” memperluas tanggung jawab etis. Bukan cuma coach bersertifikat, tapi semua yang terlibat dengan ICF. Beberapa standar dari Kode Etik 2020 (seperti Standar 14, 16, dan 22 versi 2020 tentang integritas dan perilaku profesional umum) kini “pindah rumah” ke sini, menekankan tanggung jawab bersama.

    • Kenapa Ini Penting? Tujuannya jelas: membangun budaya etika yang lebih merata dan kuat di seluruh komunitas ICF global.

5. Tanggung Jawab Profesional dan Hubungan dengan Klien Makin Diperkuat:

    • Perjanjian Coaching Wajib Jelas (Standar 1.1): Penekanan lebih keras pada perjanjian coaching tertulis yang dibuat bersama klien, mencakup semua detail penting. Standar 1.1 versi 2025 ini adalah gabungan dari esensi Standar 1 dan 2 di versi 2020.

    • Kerahasiaan di Dunia Maya (Standar 2.1, 2.4, 2.5): Panduan lebih detail soal menjaga rahasia klien saat Anda pakai platform digital, media sosial, atau menyimpan data secara online.

    • Hati-Hati Konflik Kepentingan (Standar 3.1-3.3): Anda diminta lebih proaktif mengenali, memberitahukan, dan mengelola potensi konflik kepentingan.

    • Filosofi “Berbuat Baik” (Standar 5.3): Anda didorong untuk menggunakan keahlian coaching Anda demi kebaikan yang lebih luas dan memberi dampak positif bagi masyarakat.

    1. Ada yang Hilang atau Pindah?
      Beberapa standar dari Kode Etik 2020, seperti Standar 13 (soal promosi yang akurat) dan Standar 27 (soal mengenali masalah pribadi yang mengganggu), memang tidak lagi berdiri sendiri. Tapi jangan khawatir, esensinya tidak hilang. Poin-poin pentingnya sudah dilebur ke dalam standar-standar lain yang relevan di Kode Etik 2025 (misalnya, Standar 5.2 kini mencakup promosi yang benar, dan Standar 4.2 membahas batasan pribadi).

6. Belajar Etika Itu Berkelanjutan, Bukan Sekali Jadi:
Kode Etik 2025 datang bersamaan dengan pesan kuat dari ICF: para pemegang kredensial wajib terus menerus belajar dan mengasah pemahaman etikanya. Ini untuk memastikan Anda selalu update dan menjaga kualitas praktik tertinggi.

  1.  

Perbandingan Singkat: Kode Etik ICF 2020 vs 2025 – Poin Kuncinya

Fitur Kode Etik ICF 2020 (Berlaku Efektif 1 Jan 2020) Kode Etik ICF 2025 (Berlaku Efektif 1 Apr 2025)
Berlaku Mulai 1 Januari 2020 1 April 2025
Struktur Utama Pendahuluan, Definisi, Nilai Inti & Prinsip Etis, Standar Etis, Ikrar Tujuan, Nilai Inti & Prinsip Etis (lengkap), Komitmen Ekosistem ICF, Standar Etis, Ikrar, Lampiran
“Bab” Baru yang Menonjol “Tujuan”, “Komitmen untuk Semua dalam Ekosistem ICF”, “Lampiran” (Definisi & Glosarium)
Standar Baru Spesifik Standar 2.5 (Teknologi/AI), Standar 3.7 (Peran Profesional Ganda)
Fokus Utama yang Diperkuat Profesionalisme, Kerahasiaan, Konflik Kepentingan Teknologi/AI, DEIB, Peran Ganda, Tanggung Jawab Ekosistem, Perjanjian Jelas, “Berbuat Baik”
Nilai Inti & Prinsip Dirujuk/Diringkas Dijabarkan penuh dalam dokumen
Definisi & Glosarium Definisi Kunci di awal Definisi Kunci & Glosarium di Lampiran, terhubung ke standar
Berlaku Untuk Siapa Saja? Utamanya Anggota ICF & Pemegang Kredensial Lebih luas ke seluruh Ekosistem ICF

Dampaknya untuk Anda dan Dunia Coaching

Kode Etik ICF 2025 ini bukan sekadar dokumen pajangan. Ini akan berdampak langsung pada cara Anda bekerja sebagai coach:

    • Tanggung Jawab Lebih Besar: Anda dituntut lebih peka dan proaktif menerapkan standar baru, terutama soal teknologi, peran ganda, dan praktik yang inklusif.

    • Wajib Terus Belajar: Penekanan pada pendidikan etika berkelanjutan berarti Anda harus rajin update ilmu dan merefleksikan praktik Anda.

    • Klien Makin Percaya: Dengan standar yang lebih jelas dan relevan, kepercayaan klien dan publik pada profesi coaching akan semakin kuat.

    • Profesi Coaching Makin Naik Kelas: Kode Etik yang matang dan responsif ini akan membuat coaching semakin dihormati dan diakui sebagai profesi yang serius dan berdampak.

Bagaimana jika ada pelanggaran? Proses penegakan etika melalui Ethical Conduct Review (ECR) ICF tetap berjalan. Struktur dasar ECR tidak berubah drastis, tapi ECR akan memakai Kode Etik 2025 ini sebagai acuan untuk menilai perilaku yang terjadi pada atau setelah 1 April 2025. Beberapa penyesuaian dalam kode etik (seperti “Komitmen untuk Semua”) juga bertujuan agar proses ECR lebih jelas dan efektif.

Kesimpulan: Panduan Baru untuk Coaching yang Terus Maju

Kode Etik ICF 2025 adalah kompas baru Anda. Ia dirancang untuk memandu profesi coaching melewati tantangan zaman dan menuju masa depan yang lebih etis, bertanggung jawab, dan relevan. Perubahan di dalamnya—mulai dari struktur, standar baru soal AI dan peran ganda, hingga komitmen kuat pada DEIB—menunjukkan keseriusan ICF dalam menjaga standar tertinggi.

Bagi Anda, para profesional coaching, memahami dan menghayati Kode Etik 2025 ini adalah sebuah keharusan. Ini bukan soal takut salah, tapi soal komitmen untuk terus tumbuh, belajar, dan “Berbuat Baik” lewat coaching. Dengan panduan baru ini, mari bersama-sama membangun profesi coaching yang tidak hanya memberdayakan individu, tapi juga membawa perubahan positif yang lebih luas.

Picture of Basyrah Basir, PCC - Coach BasBas
Basyrah Basir, PCC - Coach BasBas

Basyrah Basir, PCC atau biasa di panggil Coach BasBas adalah Founder dan CEO Coaching Untuk Negeri. Saat ini adalah pemegang akreditasi kredensial Coach Global Professional Certified Coach dari International Coaching Federation (ICF). Beliau sudah berpengalaman di dunia pemberdayaan SDM selama 29 tahun.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *